Windyna’s Blog

‘Me And My Aktuil’

Posted on: February 9, 2009

Jadi pembaca Aktuil dari sejak remaja  mulai dari nomor perdana sampai tamatnya Aktuil (saya sudah khatam)  banyak yang mempengaruhi kehidupan saya sampai sekarang dalam beberapa hal terutama dalam hal yang berkaitan dengan musik, baik itu sebagai pendengar maupun sebagai orang yang suka mengkoleksi kaset musik, piringan hitam dan beberapa CD.

Bayangkan, pada usia yang sudah lebih 55 tahun masih suka dengar musik rock 70an, hunting piringan hitam,  terkadang merambah Ebay untuk mendapatkan PH nya, padahal penghasilan juga tidak besar, anak dan teman-teman saya sampai terheran-heran, tapi saya bisa berdalih, memangnya kenapa? kan yang saya dengar lagu rock waktu saya masih remaja, waktu masih 17 tahun dulu!?

Lagipula hobi ini bisa menghibur dan tidak ’destructive’ dan siapa tahu bisa menguntungkan juga, ini lah akibat hobi dengarin musik dan suntikan Aktuil sedari masih ‘teen’ dulu.

Tapi ya tidak apa-apa dengan hobi ini, saya tetap enjoy, tidak ada ruginya, saya pernah menjual 1 PH seharga $350 atau ± 3 juta rupiah melalui Ebay yang dibeli oleh John W. Hagelston, seorang record collector dari Burbank, Amerika dan saya rasa ini termasuk rekor dalam penjualan PH, pedagang Jl. Surabaya saja yang telah berdagang puluhan tahun belum tentu pernah menjual PH senilai itu. (tentang hobi ini akan ditulis artikel tersendiri).

Ini salah satu akibat positif  baca Aktuil, jadi hobi mengkoleksi PH (menjualnya juga), kalau PH nya gampang didapat bisa dijadikan profesi juga, tetapi sekarang ini agak susah, sudah jarang ada yang bagus-bagus tidak seperti dulu-dulu lagi, dulu setiap minggu minimal 3 plat yang bagus-bagus saya dapatkan.

Kembali ke Aktuil, saya memang antusias dengan majalah yang satu ini dari sejak awal, dari 254 edisi Aktuil,  ± 200 nomor yang sempat saya selamatkan dan disimpan selama beberapa puluh tahun dengan kondisi cukup baik tapi tanpa poster dan bonus-bonus lain karena sudah dicabut untuk dipajang.

Aktuil juga yang bikin ’gila’ remaja-remaja yang memajang-majang poster di hampir semua dinding kamar-kamar mereka sehingga Aktuil perlu pula mengadakan sayembara kamar pop.

Saya agak jengkel sewaktu anak saya yang berangkat remaja menggunting foto Ramones yang ada di salah satu majalah tersebut, tidak saja kehilangan gambarnya tapi juga artikel yang ada dibelakang foto itu.

Koleksi majalah Aktuil sebanyak 150 buah saya serahkan kepada orang yang sangat memerlukan dan saya diberi imbalan sejumlah uang yang pantas, dan katanya saya bisa pinjam Aktuil tersebut sewaktu-waktu kalau saya ingin membaca-bacanya lagi.

Ada beberapa majalah yang  saya simpan sebagai ’memorabilia’ dan beberapa diantaranya yang saya anggap ada kenangan khusus dan covernya juga bagus, saya ’frame’ dan digantung di dinding kamar

Memang sewaktu saya masih memiliki majalah-majalah tersebut kadang-kadang suka membaca-bacanya, melihat gambar-gambar atau foto-fotonya lagi, menimbulkan kenangan sewaktu masih muda remaja berada ditengah hiruk pikuknya dunia musik kala itu dan kenangan sewaktu jatuh cinta pada  Winancy gadis paling ayu di SMA XV (periode 1969-1971) di jalan Gunung Sahari Raya Jakarta.

Saya masih ingat waktu masih berumur sekitar 15 tahun (masih domisili di Padang) dan beberapa Aktuil sudah beradar dalam format kecil sebesar majalah Sound Up atau Intisari, sebelum stel radio dengarin tangga lagu-lagu terbaru setiap sabtu dan minggu, cari Aktuil dulu, buka halaman International Hit Parade yang memuat lirik lagu-lagu yang hit saat itu sambil coba ikut-ikutan mengikuti irama lagu-lagu yang disiarkan, akhirnya beberapa lagu yang sedang hit sempat hafal. Misalnya lagu Hey Jude (Beatles) dan Night In White Satin (Moody Blues) bisa dinyanyikan dengan lafaz cukup baik dan akhirnya juga buka-buka kamus,  apa sih arti lirik lagu-lagu tersebut? akhirnya tau artinya, ini juga salah satu pengaruh positif dari Aktuil, sayang saya tidak begitu bisa memainkan alat musik, mungkin Aktuiler lain jadi bisa bermusik akibat Aktuil. Aktuil termasuk cepat memuat lirik lagu-lagu bahkan yang masih berada pada tangga lagu-lagu saat itu entah dari mana dapatnya.

1969 urban ke Jakarta, hobi baca Aktuil masih berlanjut, lagu-lagu di majalah Aktuil makin cepat hapal karena sering dengar dari radio-radio amatir yang tak terhitung jumlahnya mungkin ada hampir disetiap gang di Jakarta saking banyaknya. Saya juga suka dikirimin lagu-lagu melalui radio amatir oleh Tuti tetangga saya yang baru di Kemayoran, wajahnya manis mirip Maya Rumantir muda, dia suka main ke pemancar dekat rumahnya lagu yang dikirim masih berima pop dan soul, yang masih saya ingat lagu The Bee Gees – I’ve Got To Get a Message To You dan dari Percy Sledge – Come Softly To Me.

Tuti ini teman saudara sepupu perempuan saya yang kadang-kadang datang ke rumah, saya rasa ada sedikit getaran cinta diantara kami walau tidak saling mengutarakan.

Tahun ini masih didominasi oleh British Invasion dengan irama musik masih pop/poprock dan piringan hitamnya masih sering diputar oleh radio-radio amatir seperti group  The Love Affair dengan hits : Everlating Love, Rainbow Valley, One Road, Bring on Back The Good Time, Please Stay, Handbags and Gladrags, Days Without Love, Baby I Know dan First Cut Is The Deepest yang saya anggap paling sedap dibawakan oleh Love Affair dari pada Rod Stewart dan Sheryl Crow. Lagu ini bila sekarang sering-sering disiarkan di TV/radio saya rasa bisa jadi hit lagi.

British Invasion lain pembuat hitmaker di era 60’s/early 70’s disamping Beatles dan Rolling Stones yang masih merajalela beberapa diantaranya adalah : World of Oz ( King Croesus, Jackie, Beside The Fire), The Kinks (Lola), Marmalade (Reflection of My Life, Wait For Me Marianne, Mess Around, Baby Make It Soon), The Hollies (He Ain’t Heavy…., I can’t Tell The Bottom…), Arthur Brown (Fire), PP Arnold (Bury Me Down By The River, Give A Hand…), Small Faces (Lazy Sunday, Tin Soldier, Afterglow of Your Love), Joe Cocker (With A Little Help From My Friend), Rob Hoeke (Doublecross Woman, Babe I’m Gonna Leave You, aransemen yang berbeda dengan Led Zeppelin), The Troggs (Wild Things, Give Me Something), Moody Blues (Night In White Satin, Ride My See-Saw), Casuals (Jesamine, Sunflower Eyes), Tremelous (Silence Is Golden, By The Way), Honeybus (Story, I Can’t Let Maggie Go, She Sold Blackpool Of Rock), Blond (I Will Bring The Flower…, Lilac Years), Julie Driscoll & Trinity (Road To Cairo, This Wheels On Fire), Thunderclap Newman (Something In The Air), Manfred Mann (Mighty Quinn, Fox On The Run), Smith (What Am I Gonna Do, Take A Look Around), Cream (Sunshine Of Your Love, White Room), Traffic (Dear Mr.Fantasy, No Face No Name….), Status Quo (Picture of Matchstick Man, When My Mind is Not Life), Procol Harum (Whiter Shade Of Pale, Homburg), Zombies (Time Of The Season, This Will Be Our Year), Donovan (Hurdy Gurdy Man, Atlantis), Barry Ryan (Eloise) dan Deep Purple yang mulai heavy melalui album Shade of Deep Purple dengan lagu-lagu : Hey Joe, Help, One More Rainy Day dll.

Menahan serbuan group-group Inggris ini dari daratan Amerika muncul pula group-group seperti The Monkees (Valleri, Mary Mary, I Wanna Be Free, Stepping Stones, I’m Believer), Fanila Fudge (You Keep Me Hanging On), Beach Boys (I Can Hear Music, Do It Again), Paul Revere & The Raider (Let Me, Arizona, Indian Reservation), CCR (Bad Moon Rising, Lodi, dll), Ohio Express (Yummi-Yummi, Indian Giver, Liza) dan yang agak heavy Steppenwolf (Born To Be Wild/theme song Easy Rider, Magic Carpet Ride), yang psychedelic Jefferson Airplane (Somebody To Love, White Rabbit), Doors (Hello I Love You), Rascal (People Got To Be Free), Turtles (Elenore), Percy Sledge, Wilson Picket dan Ottis Redding dengan hit-hit soul mereka.

Mengenai group The Monkees kepupoleran mereka hampir menyamai The Beatles dan jadi idola di Amerika, sekalipun mereka tidak begitu ahli memainkan instrument musik pada awalnya.

Asia tak mau ketinggalan ada group dari Malaysia, October Cherries (I’ll Wait), Singapura, The Strollers (Just As I am,  Do What You Gonna Do), Philipina, Eddie Peregrina dan Victor Wood, dan dari Indonesia,The Rollies (Gone are The Song Of Yesterday : asli nya oleh : Love Affair).

Itulah sebagian dari group di era 60’s yang pernah dibahas Aktuil. Alhamdullilah saya masih memiliki piringan hitam singles (45 rpm) dari lagu-lagu hits diatas dan beberapa lagu hits Indonesia era tahun 1965-1967 dengan penyanyi seperti Titiek Puspa, Tuty Subardjo, Ernie Djohan, Lilis Suryani, Patti Bersaudara, Diah Iskandar, Onny Suryono, Harry Nurdie, Rahmat Kartolo, S. Warno, Alfian dll yang sesekali saya putar untuk ‘jump back to the good old times’ (bad times too) but The Tremeloes say ‘Even The Bad Times Are Good).lp-6

Selain suka lagu-lagu penyanyi-penyanyi Indonesia diatas saya juga sangat suka hampir semua lagu-lagu Chrisye yang enak-enak dan punya suara khas itu.

Kalau berada dirumah saya masih senang mendengar musik-musik ini melalui piringan hitam walau ada kaset, CD dan IPod MP3.  Nuansa nya berbeda.

1970, inilah tahun (bulannya lupa) yang membuat terkesima banyak anak anak muda yang suka musik di manca negara juga Indonesia, bagaimana tidak, dari musik yang tadinya berirama pop atau poprock tiba-tiba dibombardir, dihantam dengan  lagu hard rock Speed King, Into The Fire, Flight of the Rat dari album In Rock-Deep Purple, dan album-album awal dari, Led Zeppelin, Black Sabbath, Uriah Heep, Grand Funk, Cactus, Ten Year After, Blue Cheer, Bloodrock, Taste, Jethro Tull dll.  Ditambah lagi group-group dari Jerman dan Belanda dan beberapa negara-negara lain.

Jenis musik ini segera mendapat tempat dihati anak-anak muda karena memang ternyata enak-enak, semua senang, kecuali mungkin bagi orang-orang tua yang geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anak-anak muda yang keranjingan musik yang menurut mereka musik tak karuan ini, memakai kostum yang agak aneh-aneh, rambut tidak bergaya Beatles lagi (sejak tahun 1969 The Beatles sendiri sudah tidak berponi lagi), tapi sudah meliwati pundak bahkan ada yang sampai punggung seperti musisi idola mereka, tidak ada razia-razia an lagi, bebas.beat-a

Lagu-lagu dari group-group tersebut  juga sering diputar di radio-radio amatir yang masih bebas beroperasi, mereka berlomba-lomba memutar lagu-lagu rock terbaru dari group-group yang baru muncul. Ada beberapa radio amatir yang terkenal, pionirnya ya Prambors sebelum jadi Rasisonia (radio siaran sosial dan niaga).

Revolusi dalam dunia musik ini menyebabkan beberapa group pop/poprock yang saya sebutkan diatas tadi tenggelam perlahan-lahan karena tidak sanggup berhadapan dengan aliran musik yang semakin ’menggila’ ini dengan bermacam-macam jenis rock (progressive, krautrock, blues rock, dll).

Ada beberapa group yang bertahan  dengan mengeraskan musik mereka, merubah sound music dan nama group atau mengarah ke progressive music dan cukup sukses seperti group Kinks, Status Quo, Procol Harum, Manfred Mann+Earth Band, Steve Marriott dari Small Faces dan Peter Frampton dari The Herd yang segera membentuk Humble Pie. Terus terang kalau saya disuruh lagi untuk membahas satu persatu semua group-group 70 an yang susah dihitung jumlahnya ini secara lengkap, tentang biografi, personil, discographynya maupun  lirik-lirik dan sebagainya, saya angkat tangan, tidak sanggup.  Ini kerjanya orang Aktuil.

Setiap penerbitan Aktuil selalu bikin surprise terutama berita penampilan pertama dari group group baru disamping berita berita lain, selalu ada saja sesuatu yang baru.

Saya membaca berulang-ulang terutama sewaktu Aktuil menurunkan artikel tentang group-group rock seperti  Allman’s Brothers, Ten Years After, Grand Funk, Uriah Heep, Taste, Cactus, Black Sabbath, Golden Earring, Frumpy, Birth Control, Steamhammer, Atlantis, Wishbone Ash, Omega, Black Oak Arkansas, Blue Cheer, Traffic, Atomic Rooster, Renaisance, Frank Zappa, Chicken Shack, J.Geils Band, Kayak, Groundhog, Argent, Deep Purple, Love Affair, World of Oz, Procol Harum, UFO, Patti Smith, Jefferson Airplane, Free, Silverhead, Alice Cooper, Thin Lizzy, Climax Chicago, Lucifer’s Friend, Hawkwind, John Mayall, Gentle Giant, Genesis, Yes, PFM, Manfred Mann, Earth and Fire, The Tubes, Montrose, Brainbox, Supersister, Stray, Jethro Tull, Mott The Hoople, Pavlov’s Dog, Mahogany Rush, (Halifax, Tom & The Ashby (2 group indojerman)), Fanny, Birtha, Can, Mountain, Humble Pie, Vinegar Joe, Spooky Tooth, BTO, Guess Who, Grateful Dead, Lynyrd Skynyrd, Savoy Brown, Van der Graaf, Three Dog Night, Kansas, Van Halen, ZZ Top dll, belum lagi group-group yang beraliran pop atau punk dan penyanyi-penyanyi solo ditambah lagi dengan group-group Indonesia pokoknya ’from Abba to Zappa’, bila ditulis semuanya bisa 1 halaman lebih.

Sampai sekarang saya masih suka mendengarkan lagu-lagu terbaik dari group-group tersebut diatas dan group 70’s lainnya merasa sepi tanpa mendengarkannya, bukan selera musik yang kebarat-baratan tapi harus kita akui kwalitas musik mereka memang lebih bagus dan banyak juga yang ditiru musisi Indonesia.

Tidak hanya lagu-lagu rock dari group-group tersebut yang saya sukai tapi juga semua lagu-lagu pop yang enak-enak misalnya dari Carpenter, Bee Gees, Chrisye dan group-group Indonesia, lagu-lagu dari yang sekeras-kerasnya sampai yang selembut-lembutnya. Kecuali lagu-lagu disco, funky, new wave, punk, reggae dan Jazz yang musik ’elit’ ini saya belum suka padahal sering juga artikel group-group jenis musik ini diulas Aktuil.

Seiring terjadinya revolusi dalam dunia musik pada early 70’s ini, maka terjadi juga revolusi majalah Aktuil baik dalam pemberitaan, bentuk/format, desain cover, lay out yang lebih bagus dibandingkan majalah-majalah Indonesia sebelumnya seperti majalah Varia, Selecta, Tjaraka dll maka oplag Aktuil pun jadi meningkat pesat dengan semakin banyak peminatnya terutama dikalangan para remaja.

Itulah karya orang-orang ’Aktuil’ pelopor semua ini dan merupakan awal ’golden era’ dari majalah yang telah mengukir sejarah tersebut.

Demikian sekelumit kisah dari seorang Aktuiler yang mana setiap orang punya kisah menurut versi masing-masing sehubungan dengan keterlibatannya dengan majalah Aktuil ini. (Eddy Nasral)


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: