Windyna’s Blog

‘Cartoon’

Posted on: June 3, 2009

Mungkin kartun dan karikatur artinya sama yaitu gambar lucu, langsung saja ke topik, saya perhatikan belum banyak jumlah kartunis (karyanya bisa membuat orang-orang tertawa minimal tersenyum ini sebagai persyaratan sebuah kartun) yang karyanya ditampilkan dibeberapa koran, majalah atau dalam bentuk buku kumpulan kartun pada saat sekarang ini.

Ada beberapa orang kartunis yang kartunnya bermutu dan mempunyai ciri khas masing-masing seperti karya Dedy Suardi (Gondewa 66) didalam majalah Aktuil dulu, GM Sudarta di koran Kompas dan juga menerima pesanan karikatur wajah pejabat, Pramono di koran Sinar Harapan dan mengelola ‘Kedai Senyum’ di Pasar Seni Ancol, M. Najib dimajalah Humor juga Benny & Mice yang belum lama ini menerbitkan beberapa buku kartun karya mereka yang cukup laris, ada juga beberapa kartunis yang karyanya dimuat di koran Pos Kota yang khusus menyediakan halaman untuk ini, mungkin dikoran-koran atau majalah lain ada juga. Rasa-rasanya saya juga pernah nonton pameran beberapa kartunis di TIM tapi nama-namanya saya sudah lupa dan pameran kartun terbesar pertama di Pasar Seni Ancol tahun 1985 sekarang pameran kartun hampir tidak pernah ada lagi.

Dulu ada majalah HumOr yang banyak memuat kartun yang bagus-bagus sekarang tidak terbit, padahal majalah seperti ini perlu ada juga saya rasa, dengan membaca artikel dan melihat gambar-gambar lucu tersebut mungkin bisa juga jadi obat penghilang stress di zaman sekarang yang semakin banyak tantangan ini, tidak ada satupun yang saya lihat majalah seperti itu sekarang, tidak tahu apa sebabnya, mungkin kehabisan ide tentang humor barangkali atau masyarakat yang tidak memerlukan humor lagi dan tidak melirik majalah seperti itu? Saya tidak tahu persis sejak kapan majalah ini berakhir, saya punya terbitan tahun 1996, kartunis-kartunis yang sering menampilkan karya mereka dimajalah HumOr ini cukup bagus mutu kartunnya seperti M.Najib, Ifoed Saiman, Wawan Bastian, Kak Piet dll, karya mereka tidak kalah dengan kartunis-kartunis yang ada dimajalah luar khusus humor seperti Mad yang bisa bertahan sampai sekarang entah sudah berapa puluh tahun usianya

Sangat disayangkan majalah HumOr sebagai wadah yang bisa menampilkan karya kartunis-kartunis yang berkwalitas akhirnya tidak terbit lagi, mudah-mudahan nanti terbit lagi atau ada yang baru.

Dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, perkiraan saya tak lebih 200 orang yang serius menekuni karya seni ini, termasuk pelukis-pelukis kartun yang ada dikaki-kaki lima yang saya lihat didepan Gedung Kesenian Jakarta (ditempat-tempat lain mungkin juga ada), karya mereka juga bagus-bagus. Lukisan kartun mereka biasanya mirip dengan orang yang benar-benar ada seperti yang saya lihat ada lukisan kartun artis/selebriti dan beberapa orang terkenal (hanya berupa gambar/lukisan dengan ukuran yang agak besar), dan dari 200 orang tersebut mungkin hanya beberapa saja kartunis yang kartunnya punya mutu bagus. Apakah di perguruan tinggi seni rupa ada materi kuliah/jurusan tentang membuat kartun yang bagus? sehingga bisa mencetak kartunis-kartunis baru yang berkwalitas?

Saya baca dimajalah Humor ada seorang kartunis yang bernama Denny Adil Lubis, salah satu kartun karyanya tentang mantan gubernur Raja Inal Siregar dibeli oleh pengusaha Medan H.Rahmadsyah seharga Rp 28 juta dan 3 lainnya seharga Rp 27 juta oleh Matondang dan Bob Nasution, sudah jelas mutu kartunnya bagus, kalau dia memiliki 20 kartun yang bagus seharga tersebut maka dia akan memperoleh uang yang tidak sedikit, jadi profesi sebagai kartunis cukup menjanjikan tidak bisa diangga premeh, dan ada orang-orang yang suka mengkoleksinya juga yang memang layak untuk dikoleksi.

Banyak juga kartun-kartun yang gambarnya sederhana tapi kelucuannya diceritanya, biasanya kartunis membuat gambar 3 atau 4 orang pemeran, wajahnya selalu sama sebagai ciri khas misalnya kartun Ali Oncom dan Doyok di harian Pos Kota atau Johnny Hidayat di HumOr dan komik strip Put On dulu dan banyak lagi yang lain.

Menurut saya kartun yang punya nilai seni tidak sekedar lucu ceritanya, gambarnya sebaiknya dihias/ didekorasi supaya kelihatan artistik dan lebih menarik lagi, tidak berupa garis-garis sederhana saja.

Tapi walau bagaimana pun bentuk kartun karya karya mereka bagus atau tidak, kita hargai usaha kreatifitas mereka untuk membuat orang lain senang.

Contoh kartun yang banyak didekorasi baik motif pakaian dan asesoris yang dipakai sehingga kelihatan lebih artistik, lebih nyeni adalah hasil karya bpk.Dedy Suardi yang saya anggap sebagai kartunis terbaik Indonesia yang pernah ada, setelah membandingkan dengan karya kartunis-kartunis lain, disamping itu karya beliau ini dibuat beberapa puluh tahun silam mungkin beberapa kartunis-kartunis yang ada sekarang masih bayi atau belum lahir samasekali dan mentas ke panggung sandiwara ini.

Beberapa karya beliau ada dimajalah Aktuil dulu karena beliau juga salah seorang redaksi majalah musik/lifestyle yang pernah populer tersebut, memang jumlah kartunnya tidak banyak tapi kita sudah bisa melihat kwalitasnya yang bagus dan bpk.Dedy ini juga lulusan ASRI.

Bpk.Dedy tidak membuat kartun seperti kartunis lain yang bentuk gambar orangnya sama ‘menokohkan seseorang’ yang memang harus sama karena kartun mereka berupa serial seperti komik.

(Maaf) kalau bentuk kartun yang itu keitu juga berarti kreatifitas dalam membuat gambar tidak berkembang hanya mimik, gaya dan ceritanya saja yang berbeda-beda.

Kartun karya bpk.Dedy khas, bermacam-macam type orang, macam-macam mimik dan gaya, dengan bermacam-macam kostum dan asesoris, benar ada pengaruh hippy di kostum dan asesoris tersebut karena memang lagi masanya pada saat kartun-kartun itu dibuat (1967-1970).

Garis-garisnya tegas, halus tapi tajam digambar sangat detail sampai kebagian-bagian yang kecil seperti kuku, bulu kaki dan tangan, gigi, bekas cukuran jenggot atau rambut, kerutan-kerutan diwajah dll, juga ada asesoris yang dibentuk lucu seperti kacamata, sepatu, dasi, sandal, topi, tambalan, ikat pinggang, gitar, jam tangan, gelang tangan dan kaki, anting dll pokoknya sangat komplek dan rumit, semua diukir/didekor. Jarang atau tidak pernah saya lihat kartun yang seperti ini, biasanya kartun bikinan bpk.Dedy ini dibumbui sedikit kata-kata untuk mendukung beberapa cerita artikel yang ada dalam majalah Aktuil tersebut, ada beberapa kartun hasil karya bpk.Dedy yang saya koleksi plus artikelnya.

Saya rasa ini juga satu terobosan baru waktu itu dimajalah yang sudah berakhir 30 tahun lalu tersebut ada artikel yang lucu disertai juga satu gambar lucu (kartun) yang mana belum ada sebelumnya, seperti di cerpen ada 1 ilustrasi/gambarnya, (konsep seperti ini juga ada di majalah HumOr) jadi kartun yang dibikin bpk.Dedy bukan kartun serial seperti komik, seperti banyak yang dibikin kartunis-kartunis lain.

Sayangnya seperti yang dibilang bpk.Dedy dia tidak meneruskan keahlian seni melukis kartun yang telah dimulai sejak tahun 1967 ini karena ada kesibukan lain yang lebih menyita waktu. Jika seumpamanya bpk.Dedy terus menekuni seni membuat kartun ini sampai sekarang (dengan konsep, ada 1 artikel + 1 kartun seperti di majalah Aktuil dulu) atau konsep lain sudah banyak karyanya yang bisa dibukukan dan kwalitas gambarnya yang dulu sangat artistik pasti akan semakin lebih artistik lagi, kalau dulu bpk.Dedy kena pengaruh gaya hippy didekorasi kartunnya, barangkali sekarang bisa saja bergaya heavy metal, grindcore atau gothic atau apupun namanya tapi tetap dengan berwajah orang Indonesia.

Mungkin ada yang berpendapat seni membuat kartun ini masih dibawah mutu seni melukis cat minyak yang bermacam-macam aliran itu, OK tapi tidak lah semudah yang dibayangkan membuat kartun yang khas, berkwalitas dan bernilai seni, tidak banyak orang yang bisa melakukan, seperti yang saya bilang diatas diantara 200 juta penduduk Indonesia, masih sangat sedikit yang mempunyai keahlian/kemampuan ini. Maksud saya ‘tidak sekedar membuat gambar lucu dengan garis-garis sederhana atau sekedarnya tapi juga artistik’ tidak sekedar melucu-lucukan gambar, kalau tidak percaya cobalah anda yang punya bakat menggambar (juga bagi yang sudah ahli mengambar sekalipun) membuat satu gambar kartun yang khas, yang kira-kira bisa membuat orang tertawa atau minimal tersenyum seperti persyaratan sebuah kartun, tidak hanya bagus menurut anda tapi juga bagus menurut orang banyak, kalau bisa berarti anda termasuk dalam yang sedikit jika tidak berarti memang belum banyak yang bisa.

Beberapa karya kartun bpk.Dedy Suardi dan kartunis lain akan ditampilkan untuk perbandingan bentuk. (Eddy Nasral)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: