Windyna’s Blog

’Aktuil And My Jeans Blues’

Posted on: June 25, 2009

Para musisi juga merupakan ’trendsetter’ yang tingkah lakunya, cara berpakaian, mode rambut, sepatu, ikat pinggang dan asesoris lainnya ditiru oleh kawula (bahasa Aktuil, kaum) muda.

Sebagai majalah yang sangat digemari para remaja tentu sedikit banyaknya ada pengaruh Aktuil dalam hal ini karena Aktuil sering menampilkan foto-foto para musisi, mengulas masalah fasion dan memuat iklan-iklan jeans berbagai merk terutama Levi’s, Amco dan Tira yang iklannya sering di pajang sehalaman penuh di cover belakang, kalau sekarang kita perhatikan iklan Tira jeans ini membuat kita terseyum-senyum, ditampilkan beberapa model, berderet-deret, modelnya lucu-lucu tapi tidak untuk waktu itu, model ini sedang ’in’ sudah tentu bagian bawahnya cut brai (bell bottom) karena model peninggalan jaman hippies itu masih populer.

Tapi saya tidak begitu suka dengan model cut brai karena postur tubuh yang tidak tinggi seingat saya hanya punya dua celana cut brai yang jarang dipakai saya lebih suka jeans yang model straight leg seperti yang dipakai oleh personil Golden Earring dan Cuby+Blizzards yang fotonya saya lihat di Aktuil. Walau postur tubuh tidak tinggi saya juga tidak begitu suka memakai sepatu platform yang bersol dan hak tinggi yang pada saat itu sedang musim juga, saya lebih suka pakai sepatu basket Warrior mirip Converse yang juga dipakai Rinus Gerittsen bassist Golden Earring yang saya dilihat di poster Aktuil no.120 foto cover Dien Novita (rip).

 Saya tidak terpengaruh oleh iklan-iklan itu, yang mempengaruhi saya adalah foto-foto para musisi yang banyak ditampilkan disetiap penerbitan Aktuil, saya lihat banyak musisi yang memakai western shirt jeans yang biasa dipakai oleh para cowboy dan juga oleh tiga gitaris favorit saya Alvin Lee dan Rory Gallagher sewaktu Aktuil menurunkan artikel beserta foto mereka dan George Harrison pada foto sampul album Abbey Road, WS Rendra juga pakai baju ini sewaktu diwawancari Aktuil. Saya ingin punya juga western shirt seperti mereka secepatnya lalu cari ke Sarinah superstore pertama di Indonesia karena rasa-rasanya saya pernah lihat ada disitu tapi ternyata tak ada lagi lalu keliling cari ke toko-toko lain tidak ada juga.beat-1a

 Coba-coba cari ke Pasar Ular Tanjung Priok yang kala itu masih banyak baju dan barang-barang impor yang dijual sekarang namanya masih Pasar Ular tapi barang yang dijual produksi lokal tapi kwalitasnya juga sudah bagus, tidak juga ditemukan lalu jalan-jalan di sekitar daerah tersebut, pencarian selesai ketika mata saya tertumbuk disebuah dinding gang, baju yang saya cari-cari selama ini tergantung disitu agak tertutup oleh baju yang digantung didepannya tapi masih kelihatan sampai kebagian pundak yang punya jaitan khas itu, saya gembira, saya ambil, modelnya persis tapi kondisinya tidak baru kira-kira 90% masih biru mereknya kalau tidak salah JC Penney, saya coba, ukurannya agak kebesaran sedikit tapi tak apa-apa yang penting bisa dipakai lalu saya bayar dengan harga yang tidak begitu mahal karena pedagangnya tidak tau baju itu branded.rory-1a

  Ada sedikit rasa bangga di tahun 1972 memakai baju seperti yang banyak dipakai para musisi luar itu dan belum banyak dipakai anak-anak muda. Baju ini sering saya pakai juga sewaktu nonton konser folk song di Gelanggang Remaja Bulungan, banyak yang lirik-lirik baju tersebut.

Waktu di konser itu Remy Sylado juga tampil, Remy yang katanya mirip Neil Young superstar Amerika yang masih eksis sampai sekarang itu berambut panjang meliwati bahu dan memakai gitar warna putih saya lupa lagu yang dibawakannya juga suaranya apakah bagus atau tidak.

Ada juga seorang penyayi kulit putih yang membawakan lagu Beatles ’Rocky Racoon’. Folksong sempat nge trend juga kala itu dan banyak konser-konser Folksong diselenggarakan.

(mengenai Remy yang mirip Neil Young ini saya pernah baca kalimatnya di Aktuil cuma lupa artikelnya, apakah yang menulis Remy sendiri atau reporter yang lain).tya-8a

 Saya juga punya cerita lain tentang baju favorit ini, sewaktu saya kos bersama beberapa teman di satu rumah baju tersebut hilang dari gantungan saya panik karena baju tersebut susah didapat saya khawatir ada yang ambil dan tak kembali. Setelah beberapa saat kekhawatiran saya lenyap setelah salah seorang teman saya datang memakai baju tersebut sambil cengar cengir dia bilang, ’saya pinjam baju nya Ed’ saya tersenyum kecut ’kenapa nggak bilang bilang’ kata saya ’tadi Eddy nggak ada’ katanya .

Dia kelihatan keren juga memakai western shirt tersebut dan pas sekali di badannya.  

Setelah beberapa lama akhirnya baju model itu ada yang menjualnya di Pasar Baru mereknya Wrangler, saya beli juga yang mana merek ini jadi favorit saya selain Lee yang sering dipakai juga oleh Rory Gallagher. Western shirt ini juga ’in’ akhir akhir ini banyak dipakai anak anak muda, ada yang bahannya bukan jeans.

Akhirnya western shirt yang bersejarah itu saya berikan ke Jupran teman baik saya sewaktu saya tinggal di Serang, dia juga suka baju itu sering memperhatikan dan mengamat-amati setiap kali saya memakainya dia sangat gembira mendapatkannya walau kondisinya sudah sangat faded tapi belum sobek.

 Sekarang saya masih menyimpan 7 baju western shirt, 4 jaket, 6 celana Wrangler dan 5 jaket, 4 celana Lee tapi bukan produksi dulu, western shirt dipakainya sekali-kali saja. Yang masih sering saya pakai adalah celana jeans dan cowboy belt dengan square buckle yang saya lihat di majalah Aktuil banyak juga dipakai oleh para musisi dan juga oleh personil The Beatles.beatles-2

Selain jeans dan cowboy belt saya juga punya beberapa T shirt yang ada belahan didada berkancing tiga, T shirt ini juga populer dikalangan musisi dan anak anak muda dulu.

Tapi jeans pertama saya adalah celana Levi’s yang di beli di satu lorong di Pasar Baru pada awal tahun 1969 saat itu celana jeans masih ’exclusive’ jarang yang pakai, celana jeans ini di permak karena ukuran pinggangnya kegedean, celana ini juga sering saya pakai ke sekolah.

Demikianlah kisahnya bukan untuk membangga-banggakan pakaian yang dimiliki yang kalau dihitung hitung nilainya tidak seberapa besar, bukan pakaian mewah dan mahal dari butik tapi pakaian kelas pekerja, buruh. Pengaruh Aktuil jugalah kebiasaan/cara berpakaian saya dan kebiasaan itu masih terbawa-bawa sampai sekarang entah sampai kapan, sampai umur berapa berhenti pakai jeans. (Eddy Nasral)jean-3jean-1

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: