Windyna’s Blog

‘Komik’

Posted on: December 13, 2013

Belum dapat informasi entah kapan pertama kali komik diterbitkan di Indonesia seperti apa  dimana dan oleh siapa, tapi pasti sudah sangat lama juga. Pertama kali saya membaca komik kira2 berumur 10 tahun, komik tersebut di belikan oleh uwo saya Bainar setiap pergi belanja ke pasar Solok yang berjarak kira2 6 kilometer dari kampung saya, Panyakalan.

Komik yang beliau beli biasanya komik2 terbitan Medan yang digambar oleh Taguan Hardjo, Bahzar, Zam Nuldyn dll. Selain saya ada juga sepupu dan teman2 yang membaca komik yang saya miliki tersebut tapi sayang nya tidak disimpan dengan baik dan akhir rusak atau hilang.

morina

komik medan-akomik medan-b

Komik yang beliau beli biasanya komik2 terbitan Medan yang digambar oleh Taguan Hardjo, Bahzar, Zam Nuldyn dll. Selain saya ada juga sepupu dan teman2 yang membaca komik yang saya miliki tersebut tapi sayang nya tidak disimpan dengan baik dan akhir rusak atau hilang.

Mungkin tidak banyak pilihan waktu itu, yang sering dibelikan komik lukisan Taguan Hardjo ada beberapa judul diantara nya Hikayat Musang Berjanggut, Spartacus, Setangkai Daun Surga, Keulana, Morina dll. Taguan Hardjo termasuk produktif bikin komik kala itu dan gambar nya pun paling bagus menurut saya dibanding pelukis2 komik lainnya.

Sejak berumur 5 tahun saya ikut uwo saya yang di Solok itu dan pada tahun 1964 kelas 5 SD saya pindah ke Padang ikut orang tua, Di Padang kegemaran baca komik berlanjut, kebetulan toko ayah saya di Los 7 tidak jauh dari pasar bertingkat yang memiliki beberapa tempat penyewaan komik dilantai dua. Setiap diajak ke toko saya menyempat kan diri untuk datang ketempat penyewaan komik itu juga setelah pulang sekolah atau hari libur saya pergi sendiri dari rumah karena tidak begitu jauh tempatnya.

Yang punya kios nama dan wajah nya saya masih ingat sampai kini, panggilannya uda Kutar, dikios nya cukup banyak komik2 dan banyak pula yang belum pernah saya baca. Komik2 tersebut ada yang dijepit dan digantung di tali2 supaya mudah terlihat sampulnya ada pula yang di pajang di etalase dan ditumpuk, biasa nya novel dan cerita2 silat. Di tempat penyewaan komik milik uda Kutar itu tidak pernah sepi, selalu ramai terkadang bangku2 tempat duduk penuh. Selain saya rupa nya tempat ini favorit orang2 lain juga yang hobby baca komik.

Saya bisa tahan duduk ber-jam2 membaca beberapa komik dan disitu lebih banyak pilihan tidak hanya komik2 Medan. Pertama kali saya baca komik Wiro dan komik silat Sie Djin Koei juga di kios uda Kutar ini. Sering juga beberapa komik saya bawa pulang dengan meninggal uang jaminan ada juga beberapa komik yang saya beli di toko buku.

Digital CameraSatria Kilat Kejora-b

Semasa bersekolah di SMP Negeri 1 Padang tahun 1966-1968 hobi baca komik terus berlanjut dan komik2 karangan Jan Mintaraga, Zaldy, Hans, Sim, Hans, Ganes TH, Teguh Santosa dll pada saat itu mulai memasuki pasar komik menggantikan era komik Medan yang ber-angsur2 hilang. Pada masa ini saya pernah baca komik yang berjudul Johny Gitar karangan Fasen menurut saya gambarnya juga bagus.

Fasen komikus favorit saya juga disamping komikus2 yang saya sebut diatas, komik Fasen yang lain yang pernah saya baca komik silat berjudul Golok Maut dan Anak Batu, saya ingin mendapatkan komik2 karya Fasen ini lagi walaupun copy an. Semasa di SMP itu saya juga hobi menggambar dan gambar2 orang di komik2 Jan Mintaraga yang saya tiru dan hasil nya menurut teman2 lumayan bagus, tapi hobi menggambar dan baca komik ini hanya sampai di SMA.

Belakangan ini ada kerinduan untuk baca2 dan kumpulin komik jadul dan baru tapi saya lebih selektif pilih komik baru, cerita dan terutama gambar nya harus bagus, sesuai selera. Saya sedikit heran pernah lihat ada komik Indonesia dulu (judul dan ilustratornya tidak saya sebutkan) menurut saya gambarnya kurang bagus tapi sangat populer mungkin cerita nya bagus, saya belum membacanya. Kalau komik yang saya sukai baik komik lokal maupun luar mutlak gambarnya harus bagus.

Tidak hanya komik Indonesia saya juga suka komik/cergam2 asing, beberapa yang saya peroleh di toko buku bekas berjudul The Savage Sword of Conan the Barbarian, Vampirella dan Penthouse Comix, format nya sebesar majalah walau tak seberapa mengerti ceritanya karena berbahasa asing tapi saya suka ilustrasinya yang dibikin oleh beberapa illustrator. Konon gambar2 komik Jan Mintaraga juga terpengaruh oleh salah seorang illustrator komik Conan the Barbarian tapi saya lupa nama illustratornya. Conan the Barbarian dan Vimperella ini sudah terbit sejak tahun 1970an, dulu pernah lihat ada dijual di toko buku Rubino Blok M Jkt tapi waktu itu belum terpikir untuk membelinya sekarang cari2 lagi judul2 lainnya tapi belum ketemu. Ada yang jual di eBay tapi harga yang ditawarkan cukup mahal.

conan

Komik Conan Saga ada juga yang diterbit kan oleh Gramedia pada tahun 95 dengan 6 judul tapi format nya lebih kecil tidak sebesar majalah tapi detail gambarnya sangat bagus. Conan the Barbarian dan Vampirella ini menurut saya komik untuk orang dewasa karena didalam nya ada gambar2 wanita sexy berpakaian minim, apalagi Penthouse Comix ini benar2 komik untuk orang2 yang sudah berkeluarga.

Ada juga komik strip yang ada di koran2 dan bersambung tapi saya tidak pernah membacanya sampai tamat, membacanya hanya sesekali saja.

Waktu saya napak tilas dikota Padang beberapa tahun silam tak lupa saya kunjungi pasar bertingkat dan tempat penyewaan komik dulu tapi sudah tidak ada lagi kios nya sudah dipakai sama tukang jahit, nama tokonya Elnocha Bordir (lihat foto), sebagai besar kios2 disekitar situ dipakai tukang jahit. Kios2 penyewaan komik masih ada dan tetap ramai tapi lokasinya sudah pindah ke bagian belakang.

Kalau dulu didekat kios uda Kutar tempat penyewaan komik langganan saya itu ada ber-macam2 toko juga ada toko musik yang menjual radio, turntable dan piringan hitam.  Mungkin maksud nya untuk menarik pembeli , biasanya toko musik itu men stel  lagu2 Indonesia yang lagi populer saat itu dengan volume yang cukup keras sehingga dapat didengar orang2 disekitar dengan jelas, sekarang jadi toko usaha reklame nama tokonya Nurul (di sudut kiri foto).

wiro

Karena juga punya hobi dengar lagu2 saya merasa senang juga bisa dengar musik sambil baca komik walau terkadang bisa memecah konsetrasi baca. Waktu itu penyanyi Indonesia yang lagi populer adalah Alfian, Rachmat Kartolo, Onny Suryono, Mashabi, Ronny Joes, Titik Puspa, Tuty Subardjo, Lilis Suryani, Christine, Diah Iskandar, Ernie Djohan, Ellya Agus, Tety Kadi, S Warno, Jan Salakory, Harry Nurdie, Patty Bersaudara, Trio Bintang, Eka Sapta, Koes Bersaudara, Dara Puspita dll. Lagu2 mereka sering saya dengar melalui loud speaker yang pasang didepan toko musik itu.

Beberapa tahun lalu saya berkunjung lagi ke beberapa kios penyewaan komik yang masih ada sampai sekarang di pasar bertingkat Padang itu, saya coba tanya masih ada kah komik2 jadul tahun 60an dulu kalau ada saya mau lihat atau beli dan mereka bilang sudah tidak ada lagi sudah diborong orang dari luar daerah yang hobi koleksi komik2 jadul. Ya saya terlambat mendapatkan nya karena baru kepikiran belakangan untuk bisa mengkoleksi lagi nya lagi.

Rupanya banyak juga orang2 yang masih mencari komik2 jadul untuk dikoleksi bahkan ada yang sampai mencari nya ke daerah2 yang jauh, tapi memang sudah langka dan susah ditemukan apalagi dalam kondisi mulus karena kualitas kertas dulu kurang bagus.

Ada keinginan untuk mengumpulkan komik jadul yang disukai tapi untuk mendapatkan yang asli tipis kemungkinan karena selain langka harga nya pun mahal maka untuk memenuhi keinginan itu mendapatkan copy an nya pun tidak apa2 yang penting bisa melihat gambar2 dan membacanya kembali. Setelah dapat info dari seorang teman akhirnya beberapa copy komik jadul karangan Taguan Hardjo dll dapat saya peroleh juga di toko komik Andi di Ambasador Plaza Jkt, juga saya peroleh cergam Mencari Musang Berjanggut dan Setangkai Daun Surga oleh Taguan Hardjo versi yang diperbaharui dengan gambar yang lebih bagus dari versi aslinya

Sesekali saya masih cari2 komik di toko2 buku bekas siapa tau ada komik jadul yang disukai nyelip diantara tumpukan buku2 tapi jarang dapat yang dapat malah komik baru tapi kalau gambarnya bagus diambil juga, saya juga senang gambar2 komik bukan hanya ceritanya saja. Pernah dapat beberapa komik berbahasa Italia dengan beberapa judul menurut saya gambarnya bagus2 akhirnya beli juga walau tidak mengerti bahasanya. Juga dapat cergam Ta-ar  berbahasa Belanda gambar nya seperti Conan The Barbarian dan berwarna.

Juga pernah dapat cergam (cerita bergambar) Eropa dengan beberapa judul yang diterbitkan Indira, gambar2 nya pun bagus dan full colour yang paling saya suka dari cergam Eropa ini adalah gambar dari ilustrator Youri Jigounov, gambar2 nya indah dan perfect ada dua judul cergamnya yaitu Pertukaran Uang dan Klan Bogdanov, cergam Eropa lain nya gambar dan cerita nya pun bagus2 diantara cergam Gypsy (3 judul). Beda cergam dan komik mungkin format dan panel gambarnya nya saja, cergam format nya sebesar majalah dan  panel2 gambar tidak sama sedangkan komik ukuran panel gambarnya kebanyakan sama,empat persegi.

alpha

Yuri Jigounov mempunyai beberapa cergam serial Alpha tapi baru dua itu yang diterbitkan dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia, cergam2 asli nya ada yang dijual online di Amazone dengan harga yang cukup mahal kalau di kurs kan lebih dari 100 ribu rupiah/cergam tapi saya sedikit heran cergam dia dan cergam2 Eropa lainnya kurang populer di Indonesia walau dijual dengan harga yang terjangkau jauh dibawah harga cergam aslinya yang dijual di Amazone itu. Tapi dulu ada beberapa cergam eropa yang populer/digemari diantara nya Eppo dan Trigan.

Belum lama ini saya juga dapat cergam eropa serial Dick Hendersson ada 6 judul, gambar dan detail gambar juga sangat bagus dan full colour walau gambar wajah orang2 nya seperti karikatur.

Beberapa tahun belakangan sepertinya penggemar komik Indonesia lebih menyukai komik manga Jepang, komik tersebut membanjiri pasar komik dalam negeri mengalahkan komik2 terbitan Marvel atau DC Comic dll. Saya pernah melihat gambar2 beberapa komik manga tersebut tapi saya tidak tertarik, menurut saya gambar orang2 nya lucu2 seperti boneka dengan mata agak besar dan tidak proporsional, entah kalau gambar komik2 silat nya. Sedang kan komik2 Indonesia hampir tidak terlihat terpajang ditoko buku sekarang. Ada beberapa komik Indonesia yang sudah terbit dan berwarna pula tapi saya perhatikan gambarnya kurang hidup, kaku seperti patung, miskin detail.

Gramedia juga pernah menerbit kan beberapa Graphic Novel saya juga tertarik dengan graphic novel ini, seperti apa gambarnya dan apa bedanya dengan komik? Saya agak terlambat untuk mendapat kan graphic novel yang terbit tahun 2007 itu dan di toko buku Gramedia sudah tidak ada lagi bahkan dulu malah pernah di obral sama Gramedia, apakah graphic novel ini nasib nya sama seperti cergam Eropa yang diterbitkan Indira tersebut ? tidak banyak peminatnya?

Setelah cari via google akhirnya ketemu juga yang jual, dapat 7 graphic novel terbitan Gramedia tersebut yang masih di segel plastik berjudul : Age of Bronze (3 judul), White Lama (2 judul), Balada Seorang Penyiar dan A History of Violence menurut saya graphic novel tersebut gambar2 nya tak ubah nya seperti komik walau ada definisi yang membedakan antara graphic novel dan komik.

Dari ke 4 graphic novel tersebut ilustrasi hitam putih dan detail yang paling bagus di Age of Bronze oleh Eric Shanower ceritanya tentang perang Troya sebenarnya buku ini ada 7 serial tapi kalau pasar graphic novel ini di Indonesia kurang bagus ada kemungkinan lanjutannya tidak akan dicetak lagi oleh Gramedia, mungkin cukup sampai jilid 3 A ini saja (part 1, belum tamat).

Saya sangat menyayangkan nya karena serial ini dapat sambutan hangat oleh pencinta komik/graphic novel di seluruh dunia. Age of Bronze ini mendapat penghargaanWill Eisner tokoh yang mempopuler kan Graphic Novel, dengan trilogi karya nya ‘Contract With God’,sudah terbit edisi bahasa Indonesia tapi sayang formatnya tidak besar dan gambar2 nya jadi kecil/halus.

White Lama oleh Jodorowsky & Bess pun tak kalah bagus cerita dengan gambarnya yang berwarna. Balada Seorang Penyiar juga bagus ceritanya walau gambar hitam putihnya menurut sebagian orang kurang bagus tapi menurut saya setelah mengamati detail2 gambar nya saya berkesimpulan gambar2 nya bagus dengan banyak shadow dan terkadang bentuk tubuh orang2 tidak proporsional tapi mungkin inilah yang dimaksud dengan gambar grafis, graphic novel ini juga masuk Nominator Europe 2004 Association of Graphic Novels Critics And Journalist (ACBD) Award. Sedangkan graphic novel A History of Violence menurut saya gambar nya tidak bagus, coretan2 seperti sket, asal2an tapi ceritanya paling mencekam dan sudah difilm kan juga.

Graphic Novel yang pernah diterbitkan Gramedia dan belum saya peroleh berjudul V for Vendetta, sudah di film kan dan film nya bagus, saya sudah nonton. Ada juga graphic novel xxx rate yang kebetulan diperoleh berjudul Girl oleh Taylor. Yang ingin saya dapatkan juga adalah graphic novel Watchmen konon termasuk graphic novel terbaik, serial Metal Hurlant dan Heavy Metal (bukan majalah musik ber  genre heavy metal) walaupun mereka menyebut nya sebagai man adventure magazine mungkin karena ada beberapa artikel yang dimuat tapi saya menganggap nya komik juga karena lebih banyak ilustrsi komik daripada artikel2, dari sekian banyak terbitan nya saya baru dapat satu dengan cover wanita ber kulit seperti zebra. Bisa dipastikan komik ini tidak masuk pasar Indonesia karena ilustri nya banyak yang xxx rate.

Waktu ada pameran buku di Istora Senayan saya juga dapat cergam Eropa berjudul Rampokan Jawa, tidak baru tapi kondisi nya sangat baik. Ilustrasi hanya diberi empat warna yaitu hitam, putih, coklat muda dan abu2 dan sedikit mirip ilustrasi Herge illustrator cergam Tin Tin. Cerita dengan setting Indonesia waktu jaman pendudukan Belanda dulu, illustrator nya Peter van Dongen warga negara Belanda keturunan Cina-Indonesia, pernah ke Indonesia diundang oleh pusat kebudayaan Belanda, Erasmus Huis. Ilustrasi Peter juga bagus pas dengan situasi Indonesia jaman dulu. Cergam ini dicetak secara eksklusif, sampul diberi jaket dan di beri keterangan ringkas tentang cerita dan riwayat pengarang/illustrator.

Menurut keterangan di jaket nya Peter Van Dongen memerlukan 7 tahun untuk merampungkan cergam ini yaitu dari tahun 1991 s/d 1998 dan diterbit pertama kali di Indonesia tahun 2005 oleh Pustaka Primatama berkerja sama dengan Komunitas Komik Alternatif.

Rampokan Jawa ini ada lanjutan nya yaitu Rampokan Celebes, rencana nya juga akan diterbitkan di Indonesia menurut keterangan yang juga tertera di jaket nya tapi sampai saat ini belum, kalau Rampokan Jawa kurang mendapat respons dari pencita komik dalam negeri jangan terlalu berharap Rampokan Celebes akan diterbitkan seperti hal nya serial cergam eropa Alpha oleh Youri Jigounov atau lanjutan graphic novel Age of Bronze oleh Eric Shanower padahal mereka2 ini illustrator2 hebat yang di kagumi banyak orang.

Demikian lah sedikit cerita mengenai hobi baca komik sedari kecil sampai setua sekarang dan bukan cerita me review masing2 komik yang pernah dibaca.

Ya  komik digemari oleh segala usia, apakah anda penggemar komik juga ?  (Eddy Nasral)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: