Windyna’s Blog

Story of Ikat Pinggang

Posted on: November 7, 2016

Ikat pinggang berfungsi selain mengencangkan celana supaya tidak kedodoran, menggantung kan sesuatu  juga berfungsi sebagai asesoris karena pinggang celananya sebenarnya tidak lah longgar.

Pertama kali saya tertarik akan ikat pinggang sewaktu masih di SMP sekitar tahun 1967-1968, kala itu saya suka menonton film2 wild west (cowboy) yang lagi musim. Judul film nya yang masih saya ingat Django, For a Few Dollar More, Texas Adios, The Good The Bad & The Ugly, Yuma dll dengan bintang2 nya seperti Franco Nero, Clint Eastwood, Giuliano Gemma, Lee Van Cleef, Fernado Sancho dll.

file4_zps8f14399b

Awal tahun 70 an saya juga pernah nonton film wild west berjudul Red Sun yang dibintangi Ursula Andress, Charles Bronson, Alain Delon dan Toshiro Mifune dan paling akhir saya nonton film koboi yang berjudul Jonah Hex yang dibintangi Megan Fox. Saya memang penggemar film2 koboi/wild west.

Saya tertarik dengan ikat pinggang yang dipakai para koboi di film2 tersebut bentuk kepala nya persegi, saya juga melihat di majalah musik Aktuil No. 14 tahun 1968 yg belum lama terbit, di pakai Mick Jackson dari group The Love Affair yang mulai menanjak nama nya kala itu dengan hit Everlasting Love.

loveaffairloveaffair

Ingin memiliki ikat pinggang seperti itu dan mencarinya di toko2 di pasar raya Padang tapi belum ketemu, yang banyak dijual  kepala ikat pinggang dengan logo 007 James Bond yang lagi ‘in’.

Seorang teman SMP nama nya Jay ada yang memangilnya Tambi karena dia ‘orang keling’, dia punya bengkel lalu saya tanya ke dia bisa ngak buat kepala ikat pinggang petak seperti yang saya ingin kan, bahan nya kalau bisa dari besi putih atau kuningan. ‘Bisa Ed tapi ndak ado basi putiah nan ado kuningan tapi indak taba’ katanya ‘Indak baa do cubo ang buek kan’ kata saya setelah memberikan ukuran kepala ikat pinggang tsb.

Beberapa hari selesai bentuk petak nya seperti yang saya inginkan, lalu saya belikan  kulit nya berwarna coklat muda, kulit mentah yang dijual di pasar, bau kulit masih tercium sedikit walau sudah diproses ‘samak’, lama2 bau kulit nya bisa hilang juga pikir saya.

Sebenarnya saya masih kurang puas dengan bentuk kepala ikat pinggang yang dibikin teman saya itu karena bahan nya plat tipis tapi tak apalah sebelum dapat yang buatan pabrik yang lebih bagus.

Setelah beberapa waktu akhir nya ditemukan juga yang menjualnya disalah satu toko di pasar raya Padang, diletakkan nya di pojok etalase sehingga susah terlihat cuma ada dua kepala nya yang persegi tapi model segi nya beda, saya pilih bentuknya mirip seperti yang dipakai para aktor di film2 koboi yang pernah saya tonton.

Senang mendapatkan barang yang kita idam2kan walau hanya sebuah ikat pinggang, saya senang dan sering memakai nya, yang ‘hand made’ teman saya Jay saya gak pakai lagi. Seorang teman usia nya beberapa tahun diatas saya pernah nanya ‘Ed dima ang bali kabek pinggang tu?’ sewaktu dia lihat saya memakai nya, rupanya dia tertarik juga dengan kepala ikat pinggang berbetuk petak itu, saya bilang ‘di pasar raya, masih ado ciek lai tapi bantuak kapalo nyo indak takah iko’ kata saya.

‘Dak baa do, toloang ang anta den kasinan’ katanya, lalu saya antar dia kesana

Sampai di toko tersebut ternyata sudah tidak ada, ‘la nyo bali dek urang kapatang’ kata yang punya toko, teman saya tampak kecewa besok nya di bilang ‘Ed den bali sae punya ang tu’ katanya, ‘indak Ten sarik mancari nyo, jarang ado nan manjua nyo’ kata saya.

Lama2 kulit ikat pinggang tersebut rusak karena tidak terbuat dari kulit berkualitas tinggi, kulit nya saya buang dan kepala nya saya simpan untuk dicarikan kulit baru yang lebih baik. Kepala nya terbuat dari material yang di chrome dan cukup bagus kwalitas nya, tapi sayang  akhir nya kepala ikat pinggang itu hilang sebelum saya sempat membeli kulit yang baru. Saya coba cari ikat pingang model itu lagi di toko2 di pasar raya Padang kalau2 masih ada yang menjual nya tapi tak ditemukan.

Awal tahun 1969 hijrah ke Jakarta, coba cari2 lagi, ada beberapa toko yang jual tapi kepala nya bahan nya juga tipis dan kulit nya sintetis, saya tidak beli. Ikat pinggang model kepala petak ini sempat popular juga tahun 70 an saya lihat banyak juga musisi2 yang memakai nya di majalah2 dan juga majalah Aktuil.

Sewaktu saya sudah kerja di PT. Krakatau Steel Cilegon tahun 1973 teman saya namanya Rusman punya ikat pinggang seperti yang saya inginkan itu, dia kasi pinjam ke saya,  ada berbulan bulan saya pakai dan tak pernah diminta dikembalikan, dia juga lihat saya sering memakai nya, pikir saya dia  sudah diberikan ke saya tapi akhir nya teman saya tersebut memintanya kembali, ya apa boleh buat memang milik dia.

Berapa waktu setelah itu saya dapat kan lagi dari seorang teman, kepala nya saja tanpa kulit tapi model petak nya beda, saya coba cari yang jual kulit mentah karena ukuran nya agak lebar tidak standar seperti yang banyak dijual tapi gak ketemu, akhir beli kulit sintetis dan akhir nya rusak juga setelah dipakai cukup lama, kulit nya dibuang dan kepala nya masih saya simpan sekarang.

O ya sewaktu kerja di workshop PT. KS Cilegon saya sendiri pernah coba buat 2 kepala ikat pinggang model petak ini dengan bahan stainless steel  dan kuningan yang cukup tebal, di workshop mesin2 dan material lengkap.

Material di potong/digergaji sesuai ukuran yang diingin kan di bor di scrap di kikir dan di amplas dan jadi, pernah dipakai beberapa lama tapi saya masih kurang puas, walau dikerjakan sebagian besar secara mekanik /dengan mesin tapi hasil nya kurang perfect tidak seperti buatan pabrikan.

Awal tahun 90 saya mutasi ke PT. KS Jkt saya lihat di toko Matahari Senen ada dijual merek nya Papillon tercetak di kulitnya dengan dua ukuran lebar yang satu agak besar satunya lagi kecil saya beli yang kecilan dengan lebar 3,3 cm supaya bisa dipakai di celana kerja yang ukuran kuping celana nya kecil, ikat pinggang ini saya pakai lama sampai kulit nya juga rusak, kepala nya juga masih saya simpan. Ini kali kedua saya beli ikat pinggang ‘square buckle’ buatan pabrikan setelah yang di beli di Padang dulu.

Sesekali saya berkunjung ke pasar loak Taman Puring Jkt pada jam istirahat kantor cari piringan hitam atau buku2 secara kebetulan saya melihat ada yang jual ikat pinggang dengan kepala petak digantung berjejer jejer ada sekitar 20 buah bentuk nya mirip seperti yang saya beli di toko Matahari Senen. Saya ambil, saya perhatikan ada tulisan Levi’s di carving/diukir di kepala ikat pinggang yang terbuat dari solid brass tersebut dan di sebelah dalam kulit nya ada tulisan LEVI’S Calf. U.S.A ‘made in U.S.A by The D.C Company’ ‘under licence of LEVI STRAUSS & CO U.S.A’ kondisi nya bukan bekas pakai tapi stok lama. Saya beli dua karena harga nya juga gak mahal, yang satu buat cadangan walau sebenar satu saja sudah cukup karena kepala nya terbuat dari logam yang bisa tahan lama sedangkan kulitnya bisa diganti kalau rusak.

sam_1333-a

 

Ikat pinggang ini sesekali masih saya pakai tapi permukaan kulit nya sebagian pecah2. Saya punya beberapa macam ukuran dan lebar ikat pinggang dan dipakai nya bergantian dan sudah pasti dengan celana jeans karena menurut saya lebih cocok dengan celana jeans walau pun dengan celana bukan jeans juga pantas.

Beberapa minggu setelah itu saya ke Taman Puring lagi saya lihat masih banyak ikat pinggang itu lalu saya beli dua lagi dan dikasikan ke anak dan ponakan.

Di pedagang yang berjualan di trotoar depan Taman Puring  saya juga pernah dapat ikat pinggang impor bekas dengan kepala petak, kondisi kira 90%, tercetak di bagian belakang kepala ikat pinggang itu ‘made in Italy’ ‘solid brass’ dan kulitnya asli, berwarna hitam dengan motif kembang2 di sekeliling kulit seperti nya proses pembuatan motif kembang2 tsb di press sehingga tercetak  seperti relief. Saya suka dengan model kepala petak nya tapi sayang nya agak lebar, saya ukur lebarnya 5 cm, saya rasa terlalu lebar dan tidak cocok buat saya. Ikat pinggang ini saya simpan2 saja.

Kira2 tahun 2005 saya sesekali  ke pasar Senen Jkt karena rumah saya di Cempaka Putih tidak terlalu jauh dari situ, ada yang jual bermacam2 ikat pinggang bekas dari luar negeri, tapi kulit nya kebanyakan dari plastik atau kulit sintetis. Saya dapat beberapa kepala dengan bermacam bentuk petak dan masih bagus, ada kulit asli tapi pendek tidak sesuai dengan lingkar perut saya, saya ambil kepala nya saja untuk ganti2 pakai kepalanya dengan memakai kulit yang sama karena kepala nya bisa di lepas2.

Ada lebih dari 10 macam bentuk kepala ikat pinggang petak yang saya peroleh hanya satu yang paling langka dan antik buatan USA ada tulisan di belakang nya Non Rust USA dan gambar jangkar menurut info yang saya peroleh ini produk lama sebelum World War 2 milik militer, kulit nya juga masih asli tapi sudah rusak sebagian dan saya ganti dengan kulit buatan Italy berkualitas tinggi. Cukup lama saya memeperoleh kulit untuk kepala ikat pinggang itu karena ukuran nya selebar 4,5 cm yang banyak jual ukuran standard 4 cm. Saya masih menginginkan kepala ikat pinggang persis seperti ini yang bahan nya dari brass/kuningan.

Belum lama ini saya dapat info melalui mbah google, kepala ikat pinggang model tersebut aslinya bernama Garrison Belt, biasa dipakai militer, petani, buruh dan juga banyak musisi era 60 an dan 70 an dan celebs spt Beatles, Rolling Stones, Black Sabbath, Grateful Dead, Jefferson AirPlane, Van Der Graff Generator, Hawkwind, Camel, Mott The Hoople, Patti Smith Group, Madonna, Megan Fox, Johnny Depp, Giant Step of Rhaosodia (Dedi Dores,alm), Uriah Heep, Frumpy, John Mayall  dan masih banyak yang lain lagi.

the-beatles-40

Selain Garrison Belt ada juga yang mirip nama nya Sam Brown Belt seperti yang pernah dipakai Mick Jagger tapi Sam Browne Belt lebih banyak dipakai militer.

stones-14

Untuk melihat foto2 para musisi dan celeb yang  memakai ikat pinggang dengan kepala petak silahkan lihat di : https://www.facebook.com/eddy.nasral

Untuk melihat foto2 Garrison Belt atau Sam Brown Belt bisa melalui Google image.

Untuk teman2 yang berminat memiliki ikat pinggang model ini atau yang original Garrison belt bisa melalui eBay, Amazon atau shopping online di situs2 lain nya.

20110805_1975928-a

Pernah saya lihat orisinal Garrison Belt dan Sam Brown Belt peninggalan pre World War 2 dengan kondisi sangat bagus dijual di bawah 1 juta rupiah. Cuma yang bikin lebih mahal ongkos kirim nya. Sekian, salam (Eddy Nasral)

Note :Kisah diatas tentang hal yang sederhana bukan yang ‘wah’ atau spektakuler. Bagi yang hobi atau yang ingin menulis; minat, kegemaran, pengalaman dan hal2 yang kecil dan sederhana pun bisa dituangkan dalam betuk sebuah tulisan/kisah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: