Windyna’s Blog

‘About Me’

Seorang ibu bernama Bainar yang berasal dari desa Panyakalan yang indah  ± 5 km dari kota Solok yang berkerja dan menetap di Padang memperkenalkan adik perempuannya yang cantik tapi pemalu dengan rekan kerjanya seorang pemuda yang cukup tampan yang berasal dari Kurai Taji Pariaman.

Tuhan menjodohkan lalu mereka menikah dan menetap di asrama militer Padang, jarang sekali terjadi perkawinan dengan orang berlainan kampung saat itu tapi ya namanya jodoh.mom&dad_b

Pada tanggal 7 Maret 1953 lahirlah putra pertama mereka yaitu saya yang mereka beri nama Eddy Nasral, NaSRaL singkatan nama bapak dan kakek, ibu dan kakek, NAzir Syukur RAtinis Lumad, kedua kakek saya berprofesi sebagai guru. Tahun-tahun berikutnya lahir 2 adik perempuan dan 1 adik laki-laki saya (Sriwinarti, Lily Lindawati dan Oktaf Adrian).

Tahun 1958 kami sekeluarga  pulang ke Solok kampung kami karena terjadi ‘Civil War’ mengikuti bapak dan famili yang ikut bergabung dengan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang anti komunis yang mana komunis punya pengaruh besar dipemerintahan saat itu dan PRRI ingin memisahkan diri /mendirikan negara sendiri seperti banyak diminta propinsi-propinsi lain di Indonesia, seperti di Sulawesi ada Permesta yang dipimpin Kawilarang, Warrow dan Ventje Samual, di Jawa Barat ada DI TII yang pimpinan Karto Suwirjo, di Kalimantan pimpinan Kahar Muzakar, di Aceh pimpinan Daud Beureueh, di Medan pimpinan Mauludin Simbolon, di Palembang  pimpinan Barlian dll.

PRRI dapat bantuan persenjataan yang canggih dari CIA yang diseludupkan melalui pantai-pantai di Sumatera Barat, Amerika khawatir Indonesia dibawah pengaruh komunis dan membantu perjuangan PRRI dan Permesta. Saya melihat sendiri sebagian dari senjata-senjata tersebut sewaktu diserahkan PRRI ke APRI di sebuah lapangan di depan balai dikampung saya.

Bapak saya, bibi Bainar Lumad, paman Junir Lumad dan Wandra Hamid adalah militer dan teman baik dari Ahmad Husein pemimpin PRRI Sumatera Barat yang juga mengasingkan diri dan keluarga nya ke daerah kami, Solok. Kami juga sekampung dengan ibu Zurni istri dari bapak Hasyim Djalal mantan Dubes RI di Jerman dan ibu dari Dino Pati Djalal (Dubes RI di Amerika dari tahun 2009 sampai sekarang). Mantan dubes anaknya juga jadi dubes.

Solok juga dipopulerkan oleh penyanyi Elly Kasim dengan lagunya yang cukup terkenal ’Bareh Solok’ (beras Solok) yang rasanya memang enak. Dan lagu ini juga dibawakan oleh Ernie Djohan si ‘Teluk Bayur’ dengan versi yang agak rock iringan group ‘The Nightbreakers’

Sekarang hanya ibu, 2 adik ibu saya Sofyan Lumad pensiunan BI dan Zaherma Lumad yang masih ada yang lain sudah almarhum, bapak saya, kakak dan adik-adiknya semua juga sudah almarhum.

Tidak seperti kebanyakan suku Minang yang berprofesi sebagai pedagang, keluarga dan famili-famili saya lebih banyak berprofesi sebagai pegawai, guru dan militer hampir tidak ada yang jadi pedagang atau petani baik dari pihak bapak maupun ibu, sawah-sawah dikerjakan orang lain dengan bagi hasil. Dengan profesi seperti itu keluarga kami tergolong ‘middle class’, sederhana, tidak kaya tapi kakek-kakek dan paman-paman saya punya pengaruh cukup besar dan disegani di masyarakat setempat, istilahnya tempat orang bertanya atau memutus/menyelesaikan masalah.

Paman saya Junir dan Wandra (keduanya berpangkat Kapten) dikenal sebagai ‘urang bagak’ (orang pemberani), dikampung saya dan paling dicari-cari oleh tentara pusat (APRI) sewaktu pemberontakan PRRI dulu. Paman saya Wandra Hamid (suami dari adik ibu saya, Zaherma) yang ikut ambil bagian dalam proses perdamaian antara PRRI dan APRI.

Setelah pemberontakan PRRI selesai tahun 1961 dan dapat amnesti dari pemerintah saat itu bapak saya dan famili-famili dan sebagian anggota PRRI lainnya memutuskan untuk tidak meneruskan karir sebagai militer, pangkat terakhir Sersan Mayor.

Akhirnya terbukti komunis melakukan kudeta tahun 1965. Alhamdulillah bisa ditumpas.

Sampai usia 10 tahun saya ikut bibi Bainar Lumad karena beliau hanya punya anak perempuan satu-satunya Wherly Irwin, beliau ini suka membelikan saya komik setiap ke pasar Solok.

Tahun 1964 kami sekeluarga pindah lagi ke Padang, umur saya sudah 11 tahun masuk di kelas 5 SR Negeri 15 Padang, hobi baca komik berlanjut, ada yang beli dan ada yang dibaca di tempat penyewaan komik di lantai dua Pasar Raya yang sering saya kunjungi, saya suka karangan komikus Medan  seperti Taguan Hardjo, Zam Nuldyn, Djas, Bahsyar  dan komikus Jan Mintaraga, Ganesh TH, Teguh Santosa, Zaldy, Fasen dll. Zaman ini masa emas bagi komik Indonesia, beberapa copy komik karya Taguan Hardjo yang menjadi komikus favorit disamping komikus Medan lainnya dapat saya peroleh lagi akhir-akhir ini untuk dikoleksi.taguan

Saya juga suka baca buku saku terbitan ’Analisa’ ceritanya detektif dan kebayakan cerita wild west  dari hasil terjemahan. Buku saku James Bond 007 juga baru muncul, ikat pinggang 007, celana, sepatu Beatles dan baju cashmilon bermotif kotak-kotak sedang ‘in’.

Selain baca komik hobi lainnya dengar tangga lagu-lagu Indonesia dan British Invasion, yang lagi hit album Yang Pertama dari Dara Puspita seperti lagu Pantai Pattaya, Mari-Mari, Pusdi dll.

Tuty Subardjo dengan lagu Kuberdjalan Sendiri,  Djandjimu, Kukan Menunggu, yang sekali sekali masih saya dengar sampai sekarang melalui piringan hitamnya disamping penyanyi lain seperti Titiek Puspa, Ernie Djohan, Kus Bersaudara, Oslan Husen, Lilis Suryani, Alfian, Rahmat Kartolo, Diah Iskandar, Elly Kasim, S Warno, Hary Nurdie, Jan Salakory, Onny Surjono, Patti Bersaudara, Tetty Kadi dll lagunya enak-enak, real nice songs.

Lagu-lagu Tom Jones(Green Green Grass), Engelbert (Release Me), Lulu (To Sir With Love, Let’s Pretend) dan beberapa group seperti Love Affair (Everlasting Love), Bee Gees (Massachuset, World), Gary Puckett (Young Girl), Procol Harum (Whiter Shade Of Pale), People (I Love You), Monkees (Valleri), Small Faces (Lazy Sunday), Dave Dee & Co (Legend Of Xanadu) dll juga sedang hit. Lagu-lagu Beatles dan Rolling Stones jangan dikata lagi, semuanya hits, mereka rajanya.

Hobi nonton juga, biasanya film-film koboi yang lagi musim saat itu dengan bintang-bintang seperti Franco Nero, Clint Eastwood, Giuliano Gemma, Fernando Sancho, Lee Van Cleef dll. Filmnya Django, For A Few Dollar More, The Bad The Good & The Ugly, Yuma, Texas Adios, Fistful Of Dollars dll.

Juga film-film kolosal Romawi dengan bintang-bintang Yul Bryner, Charlton Heston, Kirk Douglas, Tony Curtis, film-film nya Ben-Hur, Spartacus, Helen Of Troy, King of Kings, Ten Commandement, Goliath, Taras Boulba dll, pernah juga nonton Tammy Show film musik yang menampilkan Rolling Stones yang membawakan lagu ‘Off The Hook’.

Sebagai anak tertua saya sangat disayang oleh bibi dan ibu tapi anehnya seingat saya semenjak kecil sampai remaja saya dibiarkan main ke-mana mana tanpa di tanya-tanya mau kemana atau habis dari mana, tidak pernah dilarang dan tidak terlalu diawasi seolah-oleh tidak ada rasa kekhawatiran diantara mereka, saya malah senang bebas berkeliaran kemana saya suka.paula-a

Karena hobi baca jadi sering juga ke toko buku lihat buku-buku baru dan di tahun 1967 itulah pertama kali saya melihat dan beli majalah ’Aktuil’ format kecil (kalau tidak salah covernya foto Ida Royani yang beberapa kali jadi foto cover Aktuil) yang mengiringi dan mempengaruhi hidup saya selama ± 10 tahun keberadaannya (1967-1978), dari saya remaja sampai dewasa, I love these days.

Setelah tamat dari SMP I Padang, awal tahun 1969 bapak saya dapat tawaran dari adik iparnya Muhammad Pangai untuk bekerja dikontraktor miliknya dan kami sekeluarga pindah ke Jakarta dan saya meneruskan sekolah di SMA XV Gunung Sahari, tamat tahun 1971 tidak kuliah karena tidak tergolong pintar (lebih banyak main daripada belajar), alhamdullilah bisa tamat SMA. Tahun 1972 nganggur, pada tahun ini pernah nonton film The Beatles ‘Help’ di Bandung waktu berkunjung ke tempat kos sepupu saya Azwir Halim yang kuliah di ITB.

Bulan Agustus tahun 1973 mulai berkerja di PT. Krakatau Steel Cilegon, tanggal 1 Juni 1974 diangkat jadi karyawan organik, pada tahun 1984 ‘get married’ dengan gadis Betawi dan punya 4 anak laki-laki, tahun 1990 mutasi ke kantor PTKS Jakarta, bertempat tinggal di Jl. Swadaya IV No. 26 Cempaka Baru Kemayoran Jakarta. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat tahun 2009 saya akan mengakhiri tugas sebagai karyawan PT. Krakatau Steel dengan masa kerja ± 35 tahun. (Eddy Nasral)

mydad-1bpic-1apict-7a

5 Responses to "‘About Me’"

Kok bisa mirip ya mas dengan saya ? Lulus SMA tahun 72 dan tidak meneruskan / kuliah, dan pernah menggambar wanita bugil … Bedanya ketika kertas tersebut ditemukan ibu dan adik perempuan saya …. mereka memajangnya di dinding kamar hehehe Dengan muka merah karena malu aku mencopotnya hahaha

Ya bisa aja mirip…berarti ibu dan adik perempuan anda suka dg karya anda…hehehe

Pak Eddy….
Saya membaca blog anda, ketika mencari info ttg majalah Aktuil. Kemampuan menulis anda luar biasa. Salam hormat.

Halo Ivan,
Saya masih taraf belajar menulis artikel di blog. Thanks komen nya. Salam.

Halo… saya juga sedang cari komik2 taguan hardjo dll, mungkin bisa tkr2 informasi atau barter
Salam kenal… handy 0838 8140610

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

%d bloggers like this: